Minyak Masih Akan Naik, Kenapa??

Black Gold, Texas Tea. Itu beberapa istilah sering kita dengar dari beberapa pemain di industri minyak.
Akhir –akhir ini disana-sini orang teriak mengenai minyak.. minyak seperti barang langka atau seperti barang yang sangat istimewa, orang-orang berebut seperti takut kehabisan minyak, memborong disana dan menimbun disini.
Kembali pada awal tahun 1999, sekitar bulan Januari, harga minyak masih diperdagangkan disekitar $12.34 per barrel.
Pada waktu itu politisi-politisi Amerika dan Menteri-menteri OPEC telah melakukan sebuah permainan untuk mendorong harga minyak lebih tinggi. Politisi-politisi Amerika menginginkan harga minyak disekitar $28 per barel , namun Arab Saudi menginginkan harga di minyak berada disekitar $35 per barel.
Nah sekarang siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengendalikan harga minyak???
Sejak 15 tahun lalu produksi minyak dunia terus menurun, sedangkan ekonomi dunia berkembang terus terutama China, India dan Rusia dan juga Eropa. Khususnya Asia perkembangan ekonomi sangat cepat sehingga konsumsi minyaknya telah melebihi supply.
Sedangkan di AMerika sendiri dalam 2 dekade terakhir akhir ini tidak ada satupun perusahaan yang membangun ekplorasi minyak baru, perusahaan –perusahaan minyak Amerika rata-rata meng import dari luar negri.
The International Energy Agency (IEA) memperkirakan bahwa permintaan akan konsumsi minyak sebesar 84 juta barel.(faktanya sejak tahun 2005, konsumsi minyak dunia telah mencapai 82.63 juta barel perhari.).
Saat ini, Negara pengkonsumsi minyak terbesa selain Amerika adalah Cina, diperkirakan permintaan minyak meningkat 5%-7% setiap tahunnya.
Disamping India, tahun lalu konsumsi minyak India telah mencapai 2 juta barel perhari.
Hasil pertemuan Energy Information Agency Amerika, memperkirakan bahwa 25 tahun mendatang kenaikan permintaan energi akan mencapai 54%, berarti dibutuhkan sekitar 44 juta barel penambahan setiap harinya.
Berarti trend pergerakan harga minyak masih akan terus menguat atau naik dalam beberapa tahun mendatang.
Kondisi ini adalah merupakan berita buruk bagi kita. Namun tak seorang pun tahu kondisi yang sebenarnya, termasuk OPEC. Faktanya kita tidak akan percaya sepenuhnya terhadap OPEC sampai OPEC mengatakan yang sebenarnya berapa banyak minyak yang merika miliki atau cadangan minyak mererka miliki??? Hal ini disebakan banyak kontrak disi dipihak OPEC senderi.
Pada tanggal 3 Agustus 2004 lalu Presiden OPEC Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa tidak ada penambahan supply baru dari OPEC. Tanggal 9 AGustus 2004 dia juga mengatakan bahwa supply minyak melebih kapasitas, jika dibutuhkan. Namun pada tanggal 10 Agustus 2004, Menteri Energi Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan bahwa tidak ada lagi penambahan kapasitas supply dari OPEC.
Pada tahun 1973 4 besar perusahaan minyak AMerika mengatakan bahwa lading minyak terbesar di Arab Saudi, di Ghawar memilki 60 milyar barel. Namun tahun lalu sudah terus berkurang.
Tahun 1992 Kuwait mengklaim bahwa mereka memiliki cadangan minyak mencapai 94 milyar barrel, namun setelah perang Irak terus berkurang.
ARAMCO sebuah perusahaan Negara Arab Saudi mengatakan bahwa Arab Saudi memilki cadangan minyak mencapai 250 milyar barel, namun Sadad Al Husseini, seorang akhli geologis dan bekas salah satu eksekuti f di Aramco mengatkan bahwa cadangan mungkin tinggal 130 milyar barel lagi.
Saat ini, harga minyak telah jauh berada diatas dilevel yang di inginkan Amerika dan Saudi, harga minyak telah mencapai 3 digit yakni $129 per barrel. Bahkan beberapa analis memperkirakan minyak akan terus naik kelevel 141 – 150 tahun ini.
Beberapa factor kenapa harga minyak sulit turun adalah sebagai berikut:
1. OPEC : Hingga saat ini pihak OPEC belum dapat memastikan bahwa OPEC dapat memenuhi permintaan minyak dunia, sekalipun Arab Saudi telah sepakat untuk menambah produksinya sebesar 300.000 barel per hari. OPEC adalah menguasai ekport minyak hingga 40%.
2. Pelemahan Dollar : melemahnya dolar terhadap mata uang lain merupakan salah satu penyebab minyak menguat terus.
3. IRAN : Iran telah memproklamirkan untuk terus melawan Amerika dengan jalan melakukan transaksi minyak Iran tidak dalam bentuk dollar lagi, tapi dalam bentuk Euro, hal ini ditindak lanjuti dengan didirikannya Bursa Minyak Iran pada tanggal 17 Februri 2008 lalu, dengan tidak menggunakan dolar tapi mata uang EURO sebagai alat transaksi. Pendirian tersebut diseponsori oleh 100 perusahaan minyak Iran dan perusahaan asing.
4. Geopolitical dinegara-negara Producer minyak seperti Nigeria, Venezuela dan middle east dan China.
a. Nigeria : MEND The Movement for Emancipation of Niger Delta, terus berusaha untuk merongrong pemerintah Nigeria dengan menyerang galangan-galangan minyak di Negara Tersebut. Nigeria adalah producer minyak ke 5 terbesar dari benua Afrika.
b. Kekhawatiran Iran menyerang Israel dengan ke kuatan nuklirnya, sehingga hal ini akan mendorong US untuk ikut campur dalam gejolak ditimur tengah.
c. Venezuela : Presiden Cavez yang merupakan salah Negara penentang kebijakan USA di Amerika Latin, mengancam akan mendorong minyak ke level $200 per barrel dan memotong eksport ke Amerika. Venezuela merupakan Negara eksportir minyar terbesar di Amerika latin.
d. Pertumbuhan ekonomi Dunia, terutama Asia yang sangat cepat, terutama China dan India (the sleeping Giant).
Tahun 2007 komsumsi minyak Cina diprkirakan sebesar 6.93 juta barel per hari dan telah meng import minyak sebesar 3.19 juta barel perhari tahun itu. Cina adalah merupakan Negara yang sedang berkembang pesat dan memiliki populasi penduduk dunia terbesar. Diperkirakaan kenaikan permintaan cina sekitar 5%-7% setiap tahunnya, sedangkan India kenaikan permintaan sekitar 4%.
Jadi siapa yang dapat mengendalikan harga minyak???
Apa yang akan menyebabkan Minyak turun???
Akhir-akhir ini pemerintah Amerika Serikat, George W Bush dibawah tekanan Kongres Amerika, terus mengkampanyekan baik dalam negeri maupun bersafari ke Timur Tengah untuk mendorong penambahan volume atau produksi baru Negara-negara OPEC khususnya Arab Saudi .
Ditulis oleh Ader Alam
Penulis adalah Praktisi dan Pengamat Pasar Uang dan Komoditi Minyak, Emas, dan Perak)