Emas Sebagai Alternative Investasi Anda
Emas merupakan salah satu asset yang aman untuk dijadikan alat investasi. Logam mulia asset yang cenderung kebal terhadap inflasi dan bahkan nilainya cenderung menyesuaikan diri dengan pertumbuhan inflasi. Namun dalam perkembanganya masarakat sekarang ini tidak lagi hanya dapat melakukan transaksi logam mulia tersebut dalam bentuk fisik, namun searah dengan perkembangan jaman dan technology informasi, sistem transaksi emaspun dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.
Masyarakat yg ingin berinvestasi emas dapat menggunakan beberapa variasi media seperti emas batangan (lantakan), koin emas, sertifikat emas, tabungan emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun kontrak berjangka komoditi emas. Bila Anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau bentuknya emas perhiasan. Ini karena bila kita ke toko dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas plus ongkos pembuatannya. Nah, ketika suatu saat Anda menjualnya kembali, maka toko tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Mereka hanya akan membayar harga emasnya saja. Bentuk lainnya adalah emas batangan, Jenis ini dianggap paling menguntungkan. Di mana pun dan kapan pun Anda jual, harganya selalu mengikuti harga internasional yang berlaku. Bentuk investasi emas yang lain adalah Sertifikat Emas, Untuk jenis ini, Anda tak perlu memiliki emas secara fisik. Cukup berinvestasi lewat sertifikat emas atau Gold Exchange Traded Fund (produk berjangka emas) yang dikeluarkan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).
Sementara ada beberapa Faktor yang perlu dipantau berkaitan terhadap fluktuasi harga emas yaitu diantaranya adalah:
1. Faktor Fundamental
Factor fundamental adalah gambaran kondisi pertumbuhan ekonomi satu Negara.
2. Faktor Technikal merupakan gambar dari pergerakan pasar yang dituangkan dalam bentuk grafik, jadi cara kerjanya sama dengan ilmu statistik dengan kemungkinan probabilitas.
Inflasi: Naik atau turunya Harga minyak dunia selalu berpengaruh kuat terhadap inflasi, Fakta membuktikan jika terjadi kenaikan harga minyak, maka inflasi akan mengiringi hal tersebut hal ini terkait besarnya fungsi minyak pada kehidupan kita. Kondisi ini biasanya akan disertai dengan naiknya harga emas dunia dan pelaku pasar akan melakukan pembelian asset dalam bentuk emas ketika terjadi kecenderungan naiknya harga sektor energy. Di samping pembuatan uang yang menggunakan jaminan emas turut membuat pergerakan antara nilai uang dan emas cenderung satu arah.
U.S. Dollar: Sekarang ini US dollar juga turut berpengaruh terhadap harga emas dunia, sebelumnya banyak investor yang menaruh investasinya dalam bentuk dollar, dan ketika terjadi pelemahan dollar terhadap semua mata uang sebagai akibat dri krisis sektor mortgage yang berpengaruh terhadap suku bunga, maka terjadi kepanikan pasar atas asset dollar mereka, alternative peralihan asset dari bentuk dollar ke emas atau komoditas lain menjadi salah satu alternative.
Faktor Permintaan dan Penawaran: GFI adalah produser emas yang berpusat di Afrika Selatan. Banyak tambang-tambangnya yang sudah tua dan cadangannya hampir habis. Oleh sebab itu GFI melakukan divestasi dan berusaha mencari tempat baru lain seperti Ghana, Australia, Cina, Peru dan lain-lain hal tersebut berpengaruh terhadap factor permintaan dan penawaran. Di periode Agustus/September sampai dengan Februari/Maret terdapat lonjakan permintaan dari pembuat perhiasan menjelang musim kawin di India.
Tingkat Spekulasi Pada Emas: Banyak investor yang melakukan transaksi emas semata bukan karena invstasi, namun juga spekulasi, hal ini didukung oleh semakin berkembangnya tehnology dan informasi hingga memudahkan cara kerja mereka. Jadi fluktuasi yang terjadi pada harga emas bukan saja karena permintaan dan penawaran secara fisik namun juga sepekulasi pasar.
Untuk dapat menjadi pelaku pasar yang sukses kita dapat melihat kiat-kiat sebagai berikut dalam berinvestasi maupun bertransaksi emas.
• Kurangi posisi jual emas di masa kekacauan ekonomi, harga emas cenderung mengalami kenaikan seiring para investor mengalihkan aset yang berisiko seperti saham ke emas yang relatif lebih aman
• Perhatikan sederet berita yang berkaitan dengan inflasi, emas dapat digunakan untuk hedging terhadap inflasi.
• Kaji ulang perdagangan US Dollar, dan apa penyebabnya pergerakannya. Sebagai komoditi, emas dihargai secara internasional terhadap US Dollar, sehingga aksi pembelian Emas membentuk posisi sell US Dollar.
• Diversifikasi investasi tidak hanya di komoditi emas, namun juga saham-saham emas untuk memperkecil resiko.
• Berinvestasilah emas untuk jangka panjang.
• Pilih tempat berinvestasi yang sekaligus memberikan update informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi emas setiap harinya. Atau jika membeli emas batangan, pastikan emas memiliki sertifikat keasliannya.
Have a nice trading, good luck.